Nih, Panduan Perawatan Fitur-fitur Skutik Honda

Jakarta – Di skutik Honda, ada bebe­rapa teknologi terkini yang ditawarkan. Misal sistem pendingin cair (radiator) di Honda Vario, side stand switch untuk safety pada Vario, BeAT dan PCX. Lalu ada juga combi brake di Vario Techno dan sebagainya.

Nah, tentunya kesemua teknologi itu butuh perawatan tersendiri bila ingin kinerjanya gak mau lebay (baca: ngerepotin).

 

Auto Choke

Istilah teknisnya SE thermal valve (STV). Berfungsi memudahkan nyalahin mesin kala kondisinya masih dingin. Letaknya di karburator. Biar tetap oke, soket kabel STV kudu rajin ditengok dan dibersihkan dari kerak atau karat. Terutama untuk skutik yang jam terbangnya sudah tinggi.

Selain itu, komponen STV tidak boleh sembarangan dibongkar pasang waktu melepas karburator. “Karena dikhawatirkan jarum STV-nya patah. Sebaiknya waktu bongkar karburator, cukup lepas konektor kabelnya saja,” wanti Sarwono Edhi, Technical Service Training Manager AHM..

 

Combi Brake System (CBS)

Menurut pengalaman Kurniawan Cahyadi, pembesut Vario Techno edisi 2009 asal Depok, Jabar, faktor cuaca serta tindakan tertentu kadang bikin kinerja komponen ini gak maksimal.

“Pelumas pada mekanisme CBS bisa kering karena panas atau terkena semprotan air sabun waktu cuci motor. Efeknya tarikan rem suka terasa berat dan kadang menimbulkan bunyi,” bilangnya.

Nah, ia pun langsung membersihkan kotoran yang nempel equalizer CBS yang ada di balik cover setang pakai cairan penetran. “Setelah itu bagian yang disemprot penetran tadi bersihkan pakai angin kompresor, lalu lumasi gemuk. Dijamin tarikan rem bakal enteng lagi,” ujarnya.

Side Stand Switch (SSS)

Prinsip kerjanya, menghubungkan dan memutuskan massa dari bodi ke ICM (ignition control modul).

 

Tidak bekerjanya SSS ini bisa dipicu akibat jalur kabel massa ke ICM terputus, atau mekanisme sakelar yang ada di poros standar samping kotor akibat motor sering teredam banjir atau karena faktor cuaca. Mesti rajin ditengok dan dibersihkan dari kotoran/debu yang nempel. Minimal setiap 3 kali servis rutin atau bisa juga tiap 10.000 km

Radiator

Bila kinerjanya mandek akibat sirkulasi cairan di dalam salurannya tersumbat endapan kotoran akibat cairan pendinginnya jarang dikuras, akan membuat mesin cepat kegerahan bahkan overheat. Terutama saat terjebak macet.

Makanya, kata Endro Sutarno, Technical Service Training Instructor PT Astra Honda Motor (AHM), kondisi reservoir tank (RT) mesti rajin ditengok.

“Bila level cairan radiator terlihat kurang pada RT, segera tambahkan,” saran Endro. Lalu setiap jarak tempuh 10.000 km, air radiator mesti dikuras untuk diganti baru. Tak peduli meski kondisi cairan radiator terlihat masih baik. (motorplus.otomotifnet.com)

Penulis : Andhika | Teks Editor : AZ | Foto : Dok.OTO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s