Engine Mounting Skubek, Cegah Getar Sekaligus Geol


Engine mounting aftermarket juga oke asal center ketika pasang

Terpisah dari rangka, engine skubek butuh braket tambahan buat menyatukan keduanya. Tapi, buat meredam getaran, dibutuhkan engine mounting yang dibuat dari karet.

Usia pakai dan perlakuan juga bisa membuat engine mounting ini mengalami keausan. “Meski dalam kondisi CVT yang normal pun, akan timbul vibrasi di mesin ketika part itu mulai aus,” ujar Slamet selaku Instruktur Yamaha Engineering School (YES).

Ketika dipakai, gejala keausan juga bisa dirasakan. “Ketika gas pertama kali dibuka, biasanya sudah mulai terasa getar,” bilang M. Nurgianto, racer IndoPrix yang juga balap di MOTOR Plus Indonesia Super Matic Race ini.

Kondisi seperti itu, tentu bikin handling jadi tidak nyaman. Apalagi ketika motor dipakai buat manuver di tikungan. Baik itu dalam kondisi balap atau pemakaian normal harian. Keduanya punya potensi yang sama.

Kalau kondisi part sudah parah, pasti bagian belakang akan bergoyang. Makin bahaya kalau dipakai balap dan dalam posisi menikung rebah. “Dibuka gas selepas tikungan, pasti goyang. Jadi harus menunggu kemiringan motor sedikit tegak. Kalau tidak, potensi bikin jatuh,” timpal Bram Prasetya yang pembalap.

Kalau dipaksa bermain seperti itu di balap, tentu merugikan. Artinya, bakal tertinggal dengan lawan alias kalah cepat.

Semua getaran atau gejala yang timbul, bisa diakibatkan oleh karet engine mounting yang getas. Selain itu, posisinya sudah tidak center lagi. “Jadi, tidak ada lagi getaran yang bisa diredam sempurna,” tambah Kentar, tunner Keyspeed asal Bandung, Jawa Barat.

“Setidaknya dalam pemakaian normal usia pakai 3 tahun, sudah harus dicek kelayakannya,” saran Slamet yang berkantor di Yamaha DDS Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Tapi, gejala itu masih bisa timbul meski sudah ganti engine mounting. Penyebabnya, karena enggak center.

Maka itu, perhatikan center atau tidak posisinya ketika pasang. Ambil contoh di skubek Yamaha. Misalnya, Yamaha Mio. Sebagai panduan, lihat gambar utama. Yang pertama dilakukan, pasang sementara stopper (A) dan collar (B).

Lalu, pasang braket mesin (C) untuk sementara dengan baut (D) dan mur (E). Jika sudah, kini masukan as yang memiliki diameter 8 mm (F) yang bertujuan untuk setel posisi braket mesin.

Setelah center, kencangkan mur (E) di sebelah kiri terlebih dahulu dan diakhiri dengan baut di sisi kanan. Jika sudah, lepaskan kembali as berdiameter 8 mm (F). Selanjutnya, kencangkan baut (G) dan baut (H). Perhatikan ya…   (motorplus-online.com)

Penulis : Eka | Teks Editor : Nurfil | Foto : M.David

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s